Rupiah Keok ke Rp14.402 Kena Hantam Arus Modal Keluar

By | Maret 15, 2021

Sbobet Pasti Bayar — Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.402 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (15/3) sore. Mata uang Garuda melemah 17 poin atau 0,12 persen dari Rp14.385 per dolar AS pada Jumat (12/3).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.418 per dolar AS atau melemah dari Rp14.371 per dolar AS pada akhir pekan lalu.

Di Asia, rupiah melemah bersama won Korea Selatan minus 0,26 persen, peso Filipina minus 0,16 persen, baht Thailand minus 0,05 persen, yen Jepang minus 0,04 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen.

Sedangkan dolar Singapura stagnan. Sisanya menguat dari mata uang negeri Paman Sam, seperti rupee India menguat 0,39 persen, yuan China 0,13 persen, dan ringgit Malaysia 0,08 persen.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang bergerak variasi. Euro Eropa melemah 0,17 persen dan dolar Australia minus 0,04 persen.

Namun, rubel Rusia menguat 0,21 persen, dolar Kanada 0,18 persen, poundsterling Inggris 0,14 persen, dan franc Swiss 0,1 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo mengatakan rupiah kembali melemah pada awal pekan ini karena sentimen utama masih berasal dari global, yaitu pergerakan tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury. Yield untuk tenor 10 tahun naik 9,8 basis poin (bps).

“Ini masih akan menjadi salah satu penggerak utama di pekan ini,” ucap Dikki.

Selain dari global, mata uang Garuda juga masih kehilangan stamina di pasar keuangan, di mana investor asing kembali ke luar dari bursa saham.

Hal ini menimbulkan aliran dana keluar (capital outflow), sehingga turut melemahkan rupiah dari dolar AS.

Di sisi lain, pasar menunggu hasil pengumuman dari hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 16-17 Maret 2021. Sementara, rilis positif dari surplus neraca dagang Indonesia belum bisa menggerakkan pasar