ISIS Berterima Kasih Pada AS Atas Tewasnya Jenderal Iran

By | Januari 11, 2020

Sbobetpastibayar.net – Kelompok teroris Islamic State atau ISIS bersuka cita atas kematian Jenderal Iran Qassem Soleimani di tangan AS. Kelompok itu mengakui AS merupakan “sekutu-sekutunya” di surat kabar mingguan yang berafiliasi dengan kelompoknya.

Jenderal Soleimani terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari silam. Tragedi ini berlangsung saat ia sedang menyetir melalui Baghdad International Airport di Irak. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan pada pangkalan-pangkalan AS di Irak dengan rudal balistik pada hari Selasa (7/1). Serangan ini tidak menimbulkan korban, tetapi menunjukkan kemampuan Iran untuk menghantam aset AS.

Surat kabar mingguan ISIS Al-Naba menggambarkan kematian Jenderal Soleimani sebagai tindakan Tuhan untuk mendukung perjuangan kelompoknya.

Editorial di surat kabar jihadi berhati-hati dalam mengurai kata untuk tidak memuji AS atau menyebut nama Jenderal Soleimani. Menyambut analogi sejarah, mengacu pada perang Romawi-Persia dimana umat Islam menyerbu kedua Persia – Iran, saat ini – dan bagian dari Kekaisaran Romawi Timur (sekarang dikenal sebagai Byzantium).

Surat kabar tersebut juga melaporkan keputusan AS dan sekutunya untuk menunda operasi terhadap ISIS sebagai peluang untuk membangkitkan kelompoknya. Mereka berterima kasih pada Amerika Serikat dan menganggap kejadian ini sebagai “intervensi Ilahi”.

Meskipun ISIS belum sepenuhnya hancur, ia belum menguasai wilayah mana pun selama berbulan-bulan. Pejuan Pasukan Quds Soleimani merupakan salah satu yang mengubah gelombang terhadap “kekhalifahan ISIS”. Bersama dengan tentara Suriah dan pasukan ekspedisi Rusia di Suriah, sementara Irak dan milisi Kurdi yang didukung AS maju dari Suriah Utara dan Irak.

Baca Juga: Hong Kong: Jika Anda Mampu, Tinggalkan Negara Ini

Mengutip kemungkinan ISIS mungkin muncul kembali, AS menolak untuk menarik diri dari Irak, tanpa menghiraukan “mitranya” dalam pemerintahan Baghdad. Anggota parlemen Irak mengeluarkan resolusi tidak mengikat yang menuntut penarikan militer AS sesegera mungkin setelah pembunuhan Soleimani. Namun, Departemen Luar Negeri mengatakan pada hari Jumat (10/1) menolak pernyataan tersebut.

Baik AS dan beberapa sekutu NATO-nya telah menangguhkan operasi pelatihan pasukan keamanan Irak untuk saat ini. Mereka bersiap untuk pembalasan Iran. Beberapa sekutu bahkan menarik personnel mereka keluar dari Irak dan mengarah ke Kuwait. Namun, Presiden AS Donald Trump telah menyerukan perluasan peran NATO di Irak.