China Berikan Hak Paten Vaksin Virus Corona Pertama

By | Agustus 18, 2020

Vaksin tersebut diketahui dikembangkan oleh Institut Bioteknologi Beijing dan perusahaan vaksin CanSino Biologics. Institute Bioteknologi Beijing adalah bagian dari Akademi Ilmu Kedokteran Militer Pemerintah China.

“China telah menyetujui paten vaksin Covid-19 pertama yang telah dikembangkan oleh tim ahli penyakit menular PLA, Chen Wei. Sebelumnya, uji coba tahap 2 calon vaksin menemukan bahwa vaksin tersebut aman dan memicu respons kekebalan,” tulis China Global Television Network (CGTN) lewat Twitter.

Berdasarkan data uji klinis yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, Kantor Berita Xinhua melaporkan pada hari sebelumnya bahwa calon vaksin Covi-19 aman dan menghasilkan kekebalan.

Penelitian tersebut melibatkan 320 sukarelawan sehat berusia antara 18 dan 59 tahun, 96 di antaranya berpartisipasi dalam uji klinis tahap 1, dan 224 dalam uji coba tahap 2.

Xinhua mengatakan hasil menunjukkan bahwa vaksin tersebut secara efektif memberikan antibodi pada sukarelawan dan kemampuan yang baik untuk memicu respons kekebalan.

Juni lalu Pemerintah China menyetujui penggunaan vaksin uji klinis Covid-19 untuk disuntikkan kepada personel militer mereka.

Baru-baru ini Rusia juga telah mengumumkan bahwa mereka akan memulai produksi vaksin corona Sputnik V.

Kementerian Kesehatan Rusia mengatakan proses produksi vaksin untuk virus Covid-19 resmi dimulai pada Sabtu (15/08/2020) dan telah ada 20 negara yang mengajukan permintaan pembelian.

Tahap awal, vaksin corona akan dialokasikan bagi dokter dan tenaga kesehatan sebelum disebarkan ke masyarakat umum.

Vaksin ini dikembangkan oleh Gamaleya National Research Center. Vaksin akan diberikan dua kali ke dalam tubuh manusia dalam selang tiga minggu dan diklaim bisa memicu sistem imunitas terhadap virus corona.

Kepala Gamaleya, Alexander Gintsburg, menyebut produksi vaksin dilakukan oleh tiga perusahaan dan dalam satu bulan ke depan diperkirakan satu juta vaksin selesai dibuat.

Rusia menjadi pertama yang menyetujui penggunaan virus corona. Persetujuan tersebut diragukan oleh kalangan internasional karena produksi dan penggunaan vaksin Rusia itu berbarengan dengan uji klinis tahap ketiga.

Virus corona diketahui mulai merebak sejak akhir 2019 di Kota Wuhan, China. Diduga virus itu berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara. Hingga Selasa (18/08/2020) virus corona telah menginfeksi 22.041.304 orang di dunia dan 777.194 kematian.

Sejauh ini Amerika Serikat, Brasil, India, dan Rusia menjadi negara paling terpapar parah pandemi Covid-19.