Ribuan Mahasiswa Memprotes KUHP Baru di Indonesia

By | September 25, 2019

Sbobet Pasti Bayar – Ribuan mahasiswa telah turun ke jalan di Indonesia untuk memprotes rancangan undang-undang pidana “bencana” yang akan mencakup pelarangan seks di luar nikah dan undang-undang baru yang kontroversial yang dapat melemahkan badan anti-korupsi negara.

Ribuan Mahasiswa Memprotes KUHP Baru di Indonesia

Pada hari Selasa, hari kedua protes berturut-turut, ribuan siswa berkumpul di luar gedung parlemen di Jakarta, menyerukan pemerintah untuk menunda rencananya untuk meratifikasi rancangan kode. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para demonstran.

Jika disahkan, undang-undang baru akan mengantarkan perubahan besar yang digambarkan oleh para aktivis sebagai bencana bagi hak asasi manusia dan kebebasan demokrasi.

Di antara serangkaian artikel kontroversial adalah mereka yang akan melarang perzinahan, pasangan yang belum menikah tinggal bersama, serta membuat penghinaan presiden sebagai pelanggaran pidana yang bisa dijatuhi hukuman penjara.

Para pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah mencabut undang-undang yang disahkan minggu lalu yang diyakini secara luas akan membatasi kekuatan investigasi lembaga anti-korupsi Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, yang dikenal sebagai KPK.

“Kami menolak RUU tentang KPK dipaksa menjadi undang-undang,” seorang pembicara mengatakan kepada kerumunan yang bersorak di depan gedung parlemen. “Koruptor mencoba memanipulasi kita dengan cara ini, orang miskinlah yang paling menderita.”

Ketika mereka melemparkan batu ke gedung parlemen, para pengunjuk rasa yang marah menuduh pemerintah berusaha mengembalikan negara itu ke era “orde baru”, ketika Indonesia selama beberapa dekade diperintah oleh tangan besi mantan presiden Soeharto.

Menjelang sore, pengunjuk rasa memblokir jalan tol di samping gedung parlemen dan merobohkan sebagian pagar. Ketika beberapa demonstran berusaha masuk, polisi menembakkan gas air mata dan meriam air.

Setelah didorong mundur dari gedung, beberapa pemrotes membakar ban dan merusak sebuah pos polisi di dekat jembatan. Setidaknya tiga orang dilaporkan telah ditangkap di Jakarta.

Menjelang malam, setidaknya 100 pengunjuk rasa tetap, bernyanyi dan mengibarkan bendera Indonesia, sementara beberapa berhasil merobohkan gerbang parlemen.

Baca Juga: Kebakaran di Sumatra dan Kalimantan Meningkat