Penangkal Krisis Ekonomi Datang Kembali, Bank Indonesia Berikan Kebijakan

By | Juni 26, 2019

Sbobetpastibayar.com – Indonesia adalah salah satu negara yang pernah mengalami dampak dari krisis keuangan global yang pernah terjadi pada tahun 1998 dan 2008. Dampak yang telah dirasakan oleh Negara Indonesia pada saat krisis ekonomi yaitu pelemahan nilai tukar Rupiah, inflasi yang tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat penangkal krisis ekonomi.

Penangkal Krisis Ekonomi Datang Kembali

Pada tahun 1998 inflasi yang terjadi di Indonesia mencapai 70 persen dan nilai tukar Rupiah melonjak dari 2.000 mencapai 17.000 per dollar Amerika Serikat atau USD. Lalu bagaimana cara penangkal krisis ekonomi Indonesia agar tidak terulang kembali tragedi teresbut?

Penangkal krisis ekonomi menurut Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia. Yaitu Juda Agung adalah Bank Indonesia harus mengeluarkan kebijakan yang mengatur interaksi. Antara makroekonomi dengan mikroekonomi yang biasa dikela dengan kebijakan makroprudensial. Kebijakan tersebut sengaja diterbitkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kestabilan perekonomian dari Negara Indonesia.

Baca Juga: Harga Emas Naik Rp 3.500 di Awal Pekan menjadi Rp 702.500 per Gram

Juda Agung menganalogikan krisis keuangan sebagai sebuah kecelakaan mobil. Penangkal krisis ekonomi juga dapat dicegah apabila hal – hal yang dapat memicu terjadinya kecelakaan bisa anda hindari.

Lalu penangkal krisis ekonomi ini juga dapat dilaksanakan apabila sopir mobil dalam keadaan sehat. Jangan yang dalam keadaan mengantuk, mabuk ataupun kebut – kebutan di jalan raya. “Makanya sopir bank pun harus di fit and proper, dilihat pengalaman dan track record. Pernah tidak ngemplang dan melakukan kejahatan perbankan, ini yang namanya mikroprudensial, melihat satu per satu institusi perbankan, termasuk asuransi dan lain – lain. Itu lembaganya OJK, dulunya di Bank Indonesia. Setelah lepas, Bank Indonesia masih memiliki wewenang atau hak untuk awasi lalu lintas sistem,” Ujarnya.