Jika Tidak Diawasi Masyarakat, Dana Desa Sarat Diselewengkan ICW Menilai

By | Juli 6, 2019

Sbobetpastibayar.com – Program Dana Desa adalah salah satu dari berbagai program unggulan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periodenya yang pertama. Bahkan dalam debat capres di pemilihan presiden 2019 yang lalu, Jokowi berhasil mengungguli pencapaiannya dalam program tersebut. Jokowi harus berhati – hati jika tidak diawasi RAPBN Jokowi yang menaikkan alokasi dana desa dari Rp 257 Triliun menjadi Rp 400 triliun sarat dikorupsi.

Jika Tidak Diawasi Masyarakat-img

Menanggapi kenaikan tersebut, Wakil koordinator ICW ( Indonesia Corruption Watch ) Agus Sunaryanto menilai jika tidak diawasi pemerintah harus memfokuskan pada pelatihan perangkat desa untuk mengelola dana desa tersebut. Menurut Agus, tidak kalah penting tetapi tidak diperhatikan oleh pemerintah adalah pelatihan yang sesuai prosedur kepada masyarakat untuk mengawasi dana desa tersebut.

Menurut Agus justru hal inilah yang sangat penting, karena banyak masyarakat daerah yang tidak tahu. Bagai mana cara mengawasi pengelolaan dana desa di desanya. Bahkan menurut survei yang pernah lembaganya lakukan, telah diketahui hanya sedikit masyarakat desa yang mengetahui dana apa saja yang masuk ke desanya.

Selama ini agus terus melihat muncul tren kenaikan alokasi anggaran dana desa setiap tahunnya. Oleh karena itu, menurut Agus wajib hukumnya untuk melibatkan peran dari masyarakat untuk mengawasi dana yang jumlahnya cukup besar tersebut.

Baca juga: Garuda Kena Sanksi Berkali – kali, Sahamnya Anjlok 5,56 persen

Agus menghimbau kepada masyarakat, supaya tidak hanya mengharapkan pengawasan dari satuan petugas dana desa saja. Apalagi BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ). Justru peran dari masyarakatlah yang jauh lebih vital dalam pengawasan dana desa tersebut.

Agus menganggap pelibatan masyarakat untuk ikut mengawal dan mengawasi dana desa itu sangatlah penting. Mengingat banyak sekali potensi untuk dikorupsi di dalamnya. Walaupun tidak menyebutkan data yang spesifik, Agus mengungkapkan bahwa setiap tahanan dari program dana desa, mulai dari perencanaan hingga eksekusi program sangat berpotensi akan terjadinya penyalahgunaan.