Garuda Kena Sanksi Berkali – kali, Sahamnya Anjlok 5,56 persen

By | Juni 29, 2019

Sbobetpastibayar.com – Karena Garuda Kena Sanksi, saham PT Garuda Indonesia ( Persero ) Tbk ( GIAA ) menderita kerugian berupa anjloknya saham perusahaan tersebut. Kejadian ini dipicu oleh sanksi yang diberikan kepada PT Garuda oleh Kementrian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK )

Garuda Kena Sanksi

Harga Saham sejak garuda kena sanksi pada sesi satu pukul 11.29, anjlok sebanyak dua puluh dua poin atau lima koma lima puluh enam persen ke level Rp 374 per lembar. Sebelumnya OJK ( otoritas jasa keuangan ) mengumumkan kasus LKT ( Laporan Keuangan Tahunan ) PT Garuda Indonesia ( Persero ) Tbk ( GIAA ) pada tanggal 31 Desember 2018 di kantor Kemenkeu ( kementrian keuangan ), Jakarta pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2019 pada pukul 10.30 Waktu Indonesia Barat.

Garuda Kena Sanksi Otoritas Jasa Keuangan bersama PPPK ( Pusat Pembinaan Profesi Keuangan ) Kemenkeu, Bursa Efek Indonesia, dan pihak – pihak yang terkait lainnya memeriksa laporan keuangan atau lapkeu dari perusahaan berpelat merah tersebut pada pengakuan pendapatan atau income atas perjanjian kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi. Alhasil Otoritas Jasa Keuangan memberikan perintah langsung dan tertulisa kepada PT Garuda Indonesia untuk memperbaiki dan menyajikan kembali LKT Garuda Indonesia per 31 Desember 2018, dan juga harus melakukan paparan publik atau Public Expose atas perbaikan atau ralat untuk penyajian kembali dari LKT tersebut Garuda kena sanksi.

Baca Juga: Penangkal Krisis Ekonomi Datang Kembali, Bank Indonesia Berikan Kebijakan

“Perbaikan san penyajian kembali itu paling lambat 14 hari setelah ditetapkannya surat garuda kena sanksi. Atas pelanggaran Pasal 69 Undang – Undang nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal ( Undang Undang Pasar Modal ). Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII.G.7 tentang penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik. ISAK ( Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ) tentang penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa. Dan PSAK ( Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan ) 30 tentan Sewa,” ujar Deputi KPPM II Fakri Hilmi mengenai Garuda kena sanksi.