Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tak Pengaruhi RI

By | Juni 7, 2019

Sbobetpastibayar.com – Ketua Dewan Komisoner OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ), Wimboh Santoso, ikut berkomentar mengenai pemangkasan pertumbuhan Ekonomi global yang dilakukan oleh Bank Dunia Pangkas. Menurut Wimboh, salah satu alasan dari Bank Dunia Pangkas merevisi pertumbuhan ekonomi tersebut. Dikarenakan oleh gejolak perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang tidak kunjung usai.

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

“Kita tahu karena dampak berbagai hal internasional. Diantaranya karena perang dagang Amerika dan China tentu banyak yang respon negatif berbagai pertumbuhan ekonomi di berbagai negara,”. Kata Wimboh saat diwawancara di kediamannya Jakarta Selatan.

Wimboh mengimbuhkan, bahwa secara keseluruhan pemangkasan pertumbuhan Bank Dunia Pangkas ekonomi global memiliki dampak. Kepada negara – negara yang sedang berkembang, tetapi tidak memiliki pengaruh yang terhadap Indonesia. Karena, menurut Wimboh pertumbuhan dari segi nasional sendiri lebih banyak andalkan konsumsi domestik.

“Indonesia tentu tidak akan berpengaruh banyak. Karena kita pertumbuhan kita lebih banyak andalkan domestik demand meskipun ini ke depan. Kita harus Bank Dunia Pangkas dorong juga pertumbuhan ekonomi yang didasarkan ekspor,” imbuhnya.

Baca juga : Bertemu Luhut, Bank Dunia Bahas Program Rp 4 T Kemenag

Tentu saja hal ini bisa menjadikan kesempatan bagi Indonesia untuk sanggup mendongkrak ekspor lebih banyak lagi. Dengan begitu, target dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri yang dipatok sebesar lima koma tiga persen oleh pemerintah pun tetap akan tercapai.

“Optimis optimis. Karena tadi pertama pertumbuhan ekonomi kita ini lebih banyak didorong oleh domestik demand, dan juga ekspor tetap kita dorong kita juga inflasi kita tetap rendah. Sehingga ini menarik untuk investor masuk ke Indonesia Bank Dunia Pangkas, itu adalah kiat kita yang kita harus eksplor ke depan, tidak perlu pesimis, perlu optimis,” lanjutnya.

Wimboh mengatakan saat ini China memang menjadi negara yang memiliki kemungkinan untuk tujuan ekspor dari berbagai negara. Yang sedang berkembang, termasuk juga Indonesia di dalamnya. Dengan adanya dampak perang dagang antara kedua negara tersebut, maka Indonesia dapat mencuri kesempatan untuk mengembangkan pangsa ekspor ke berbagai negara tujuan asal lainnya.